C.Model Jaringan Komputer
Model Jaringan Komputer
Pengertian:
Rekayasa Jaringan Komputer seperti hanya konsep engineering pada umumnya,terdekomposisi atas banyak komponen penting yaitu:perangkat lunak,firmware rekayasa Chip, Perangkat keras,dan sinyal listrik untuk komunikasi
Jaringan Komputer di kembangkan degan tujuan agar sebuah komputer(hast) dapat berkomunikasi dengan komputer lain.Ketika akan berkomunikasi,dua komputer memerlukan protokol atau aturan tertentu, seperti juga manusia menggunakan bahasa tententu untuk berkomunikasi.
Menurut Yin Dar Lin dalam bukunya yang berjudul “Computer Network An Open Source Approach” jaringan komputer adalah Sebuah platform untuk saling berbagi (data, resource software hardware) dengan beragam pengguna dan aplikasi, yang saling berkomunikasi satu sama lain.
Pada awalnya jaringan komputer disebut juga sebagai sambunga komputer ke komputer dengan menggunakan topologi BUS.
Jaringan komputer adalah sekumpulan komputer yang saling terhubung menggunakan media komunikasi seperti kabel ataupun nirkabel shingga dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lain dan juga dapat berbagi sumber daya dan lain sebagainya atau biasa disebut dengan resource sharing.
Cara Kerja Jaringan Komputer
Jaringan komputer bekerja dengan cara perangkaian beberapa komputer dengan suatu penghubung yang dinamakan node. Node ini bisa berupa modem, hub, switch dan peralatan komunikasi data atau data communication equipment atau data terminal equipment (DTE).
Model Osi
Model OSI (Open System Interconnection) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Dahulu komunikasi data yang melibatkan komputer-komputer dari vendor yang berbeda-beda. Masing-masing vendor menggunakan protokol dan format data yang berbeda-beda. Sehingga ISO membuat suatu arsitektur komunikasi yang dikenal sebagai model OSI yang mendefinisikan standar untuk menghubungkan komputer-komputer dari vendor yang berbeda.
Secara umum, fungsi dan penjelasan masing-masing layer adalah sebagai berikut :
Lapisan fisik.
Untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti Ethernet), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio. Data biner dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui media jaringan, misalnya kabel, transceiver dan konektor yang berkaitan dengan lapisan Fisik. Peralatan seperti repeater, hub dan kartu jaringan berada pada lapisan ini
Lapisan tautan data
Untuk menentukan bagaimana data bit-bit dikumpulkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).Fungsi LLC adalah menyiapkan sebuah pentrasmisian kembali dari kegagalan paket ketika terindikasi.Sedangkan fungsi lapisan MAC adalah mengkoordinasikan akses langsung terhadap lapisan fisik dengan metode tergantung media access controlnya, seperti Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection (CSMA/CD),
CSMA/CD = Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection atau sering disingkat menjadi CSMA/CD adalah sebuah metode media access control (MAC) yang digunakan oleh teknologi jaringan Ethernet. Dengan metode ini, sebuah node jaringan yang akan mengirimkan data ke node tujuan pertama-tama akan memastikan bahwa jaringan sedang tidak dipakai untuk transfer dari dan oleh node lainnya. Jika pada tahap pengecekan ditemukan transmisi data lain dan terjadi tabrakan ( collision ), maka node tersebut diperlukan pengulangan permohonan ( request) Pengiriman pada selang waktu berikutnya yang dilakukan secara acak (random). Dengan demikian maka jaringan efektif dapat digunakan secara bergantian.
CSMA/CA = Carrier Sense Multiple Access/Collision Avoidance, protokol contention pada jaringan yang bisa melakukan analisa kondisi jaringan untuk menghindari collisions, tidak seperti CSMA/CD yang memakai pengaturan transmisi jaringan ketika terjadi collisions. CSMA/CA mengkonsumsi lalu lintas karena sebelum ada data yang ditransmisikan ia akan mengirim sinyal broadcast ke jaringan untuk mendeteksi skenario atau kemungkinan terjadinya tabrakan dan memerintahkan semua perangkat untuk tidak menyiarkan.
Lapisan Jaringan
Untuk mendefinisikan alamat-alamat IP dan menyediakan fungsi routing sehingga paket dapat dikirim keluar dari segment network lokal ke suatu tujuan yang berada pada suatu jaringan lain. Contoh protokol yang digunakan seperti IP
Lapisan Transportasi
Untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat tersusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.
Layer transport data, menggunakan protokol seperti UDP dan TCP. Lapisan ini menyediakan transfer yang andal dan transparan antara kedua titik akhir, lapisan ini juga menyediakan multiplexing, kendali aliran dan pemeriksaan kesalahan serta perbaikan.
Lapisan Sesi
Untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dimulai, dipertahankan, atau diakhiri. Beberapa protokol pada layer ini: NETBIOS: suatu session interface dan protocol, dikembangkan oleh IBM, yang menyediakan layanan ke layer presentation dan layer application. NETBEUI, (NETBIOS Extended User Interface), suatu pengembangan dari NETBIOS yang digunakan pada produk jaringan Microsoft, seperti Windows NT dan LAN Manager. ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol). PAP (Printer Access Protocol), yang terdapat pada printer Postscript untuk mengakses pada jaringan AppleTalk.
Lapisan Presentasi
Untuk mentranslasikan data yang ingin ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
Lapisan Aplikasi
Sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada di lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.
Meskipun dalam praktiknya kita tidak berhubungan langsung dengan model OSI, dan hanya berhubungan dengan protocol, namun model ini selalu digunakan network engineer dalam melakukan analisis dan troubleshooting jaringan komputer sehingga kita perlu memahami cara kerja model OSI.
Fungsi OSI secara singkat :
Fisik : Menentukan tegangan, kecepatan, besaran fisik, dan mengalirkan bit-bit antar perangkat
Data Link : Menyediakan akses ke media menggunakan MAC Address dan melakukan deteksi error
Jaringan : Menyediakan pengalamatan logis dan menentukan rute menuju tujuan
Transport : Menyediakan pengiriman yang handal atau tidak dapat diandalkan dan memeriksa kesalahan koneksi sebelum transmisi data
Session : Memisahkan data dari berbagai aplikasi
Presentasi : Menyajikan data dan menangani proses seperti enkripsi data
Aplikasi : Menyediakan antarmuka pengguna
Cara Kerja model OSI :
Informasi berawal dari lapisan Aplikasi. Informasi kemudian melewati layer presentation dan layer session. Pada tahap ini biasanya belum dilakukan transformasi data. Informasi yang melalui lapisan ketiga ini disebut PDU (Protocol Data Unit) atau data saja.
Setelah sampai di lapisan Transport, data akan mengalami transformasi ke bentuk lain yang disebut segmen.
Segmen mengalir ke lapisan jaringan dan kemudian diubah menjadi paket.
Packet mengalir ke layer data link dan kemudian diubah menjadi frame.
Terakhir, frame mengalir ke layer physical dan kemudian diubah menjadi bit atau bit-bit.
Pada lapisan ini, bit-bit diubah menjadi besaran fisik, seperti arus listrik, gelombang elektromagnetik, dan sebagainya.
Proses pengubahan bentuk dari satu layer ke layer berikutnya dilakukan dengan menambahkan header khusus yang disebut enkapsulasi. Proses enkapsulasi terjadi berulang-ulang hingga data diubah menjadi bit-bit. Kemudian bit-bit ini dikirim ke host target melalui media jaringan.
Setelah informasi (berrupa bit-bit) sampai di host target maka proses kebalikannya, yaitu melepas header satu per satu dari layer terbawah hingga ke layer paling atas akan dilakukan. Proses melepas header ini disebut de-enkapsulasi.